Jumat, 23 November 2018
BAB 3 GERAK PARABOLA
- KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam
berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara,
kawasan regional, dan kawasan internasional”.
- KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
- KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif,
serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
3.5. Menganalisis gerak parabola dengan
menggunakan vektor, berikut makna fisisnya
dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
|
· Mengamati
simulasi ilustrasi/demonstrasi/video gerak parabola yang aktual dijumpai di
kehidupan sehari-hari
· Mendiskusikan
vektor posisi, kecepatan gerak dua dimensi pada gerak parabola, hubungan
posisi dengan kecepatan pada gerak parabola
· Menganalisis
besaran perpindahan, kecepatan, dan percepatan pada gerak lurus dengan
menggunakan vektor.
· Menganalisis
besaran kecepatan dan percepatan pada gerak melingkar dengan menggunakan
vektor.
· Menganalisis
besaran perpindahan dan kecepatan pada gerak parabola dengan menggunakan
vektor tangensial dan percepatan sentripetal pada gerak melingkar
· Menganalisis
dan memprediksi posisi dan kecepatan pada titik tertentu berdasarkan
pengolahan data percobaan gerak parabola.
|
4.5. Mempresentasikan data hasil percobaan
gerak parabola dan makna fisisnya
|
· Menyajikan
hasil pengolahan dan anlisan data hasil percobaan tentang besaran perpindahan, kecepatan, dan
percepatan pada gerak lurus dengan menggunakan vektor.
· Menyajikan
hasil pengolahan dan anlisan data hasil percobaan tentang besaran kecepatan dan percepatan
pada gerak melingkar dengan menggunakan vektor.
· Menyajikan
hasil pengolahan dan anlisan data hasil percobaan tentang besaran perpindahan dan kecepatan
pada gerak parabola dengan menggunakan vektor tangensial dan percepatan
sentripetal pada gerak melingkar
· Mempresentasikan hasil kegiatan diskusi
kelompok tentang penyelesaian masalah
gerak parabola
|
MATERI GERAK PARABOLA
Apa itu gerak parabola ?
Gerak parabola adalah gerak yang memiliki lintasan melengkung. Ketika membentuk lintasan melengkung, tentunya akan membentuk sudut tertentu terhadap bidang horizontal. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh gerak lurus berubah beraturan pada sumbu vertikal dan gerak lurus beraturan pada sumbu horizontal.
Contoh gerak parabola :
- lintasan yang terbentuk ketika bola ditendang
- lintasa pada peluru meriam yang ditembakkan
- lintasan yang terbentuk saat seorang pemain melakukan shooting bola basket
- lintasan yang terbentuk ketika seorang pemain golf mengayunkan stick pada bola golf.
Rumus-rumus gerak parabola

Dalam menjabarkan rumus-rumus gerak parabola, kita dapat melihat dua macam gerak yang terjadi, yaitu :
- Gerak Horizontal (sumbu x) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Beraturan(GLB). Kecepatan pada GLB adalah konstan
- Gerak Vertikal (sumbu y) diperlakukan sebagai Gerak Lurus Berubah Beraturan(GLBB). Pada GLBB kecepatan berubah karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi
Sekarang kita akan menjabarkan rumus-rumus gerak parabola berdasarkan titik-titik yang dilalui :
1. Pada titik awal
Sebuah peluru yang ditembakkan tentunya memiliki kecepatan awal, dan ketika membentuk lintasan melengkung pastinya terdapat sudut yang dibentuk. Oleh karena itu, kita harus memasukan sudut dalam perhitungan kecepatan awal.Dengan demikian kita mendapatkan persamaan kecepatan awal untuk gerak horisontal (V0x) dan vertikal (V0y) sebagai berikut :
a. Kecepatan awal pada gerak horisontal (V0x)
V0x = V0 cos θ
b. Kecepatan awal pada gerak vertikal (V0y)
V0y = V0 sin θ
c. Kecepatan awal (V0)
V0 = √V0x + V0y
Keterangan
- V0 adalah kecepatan awal
- V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
- V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
- θ adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif
2. Pada titik A
Seperti yang telah dikemukakan di atas, gerak pada sumbu x kita analisis dengan Gerak Lurus Beraturan (GLB). Maka untuk kecepatan Vx sama dengan kecepatan V0x, sedangkan untuk Vy terpengaruhi oleh gravitasi yang menarik benda ke bawah(GLBB), sehingga kecepatan berkurang.Untuk jarak horizontal digunaka rumus jarak Gerak Lurus Beraturan, sedangkan untuk jarak vertikal atau tinggi dicari menggunkan rumus jarak Gerak Lurus Berubah Beraturan.
Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :
a. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ
b. Kecepatan pada sumbu y
Vy = V0y - gt
Vy = V0 sin θ - gt
Vy = V0 sin θ - gt
c. Jarak pada sumbu x
X = V0x . t
d. Jarak pada sumbu y
Y = V0y . t -
12
gt2Keterangan
- V0 adalah kecepatan awal
- V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
- Vx adalah kecepatan pada sumbu x
- V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
- Vy adalah kecepatan pada sumbu y
- g adalah gravitasi
- t adalah waktu tempuh
- θ adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif
- X adalah jarak terhadap sumbu x
- Y adalah jarak terhadap sumbu y
3. Pada titik B
Titik B ini adalah titik tertinggi dimana kita simbolkan sebagai ymaks atau h. Agar sebuah benda dapat mencapai ketinggian maksimum maka syaratnya adalah Vy = 0, maka kecepatan pada titik tertinggi adalah kecepatan pada sumbu x (Vx ).Berikut ini beberapa persamaan yang dapat kita rumuskan ketika melalui titik B (titik maksimum) :
A. Titik tertinggi yang bisa dicapaih =
V0y22g
h =
V02 sin2 θ2g
B. Waktu untuk sampai di titik tertinggi (B)Vy = 0
Vy = V0y - gt
0 = V0 sin θ - gt
t =
(V0 x sin θ)g
t =
V0yg
C. Jarak horizontal dari titik awal sampai titik BX = V0x x t
X = V0 cos θ x
V0 sin θg
X =
V02 x cos θ x sin θg
X =
V02 x sin 2θg
Keterangan
- V0 adalah kecepatan awal
- V0x adalah kecepatan awal pada sumbu x
- Vx adalah kecepatan pada sumbu x
- V0y adalah kecepatan awal pada sumbu y
- Vy adalah kecepatan pada sumbu y
- g adalah gravitasi
- t adalah waktu tempuh
- X adalah jarak terhadap sumbu x
- h adalah tinggi maksimum
4. Pada titik C
Untuk gerak parabola pada titik C sama seperti gerak parabola pada titik A. Perbedaanya adalah gerak gravitasi yang bernilai positif karena menuju ke bawah.Karena dikatakan sama seperti melalui titik A, maka gerak pada sumbu x tetap menggunakan GLB dan untuk y menggunakan GLBB (namun gravitasinya bernilai positif).
Dengan demikian kita dapat merumuskan beberapa persamaan, yaitu :
A. Kecepatan pada sumbu x
Vx = V0x = V0 cos θ
B. Kecepatan pada sumbu y
Vy = V0y + gt
Vy = V0 sin θ + gt
Vy = V0 sin θ + gt
5. Pada titik D
Titik D ini adalah jarak terjauh yang dilalui oleh sebuah benda yang melakukan gerak parabola. Pada gambar kita simbolkan jarah terjauh ini dengan simbol Xmaks. Jarak maksimum ini bisa juga dikatakan jarah sebuah objek kembali ke tanah setelah objek tersebut melakukan gerak parabola.Waktu yang diperlukan sebuah benda untuk sampai ke tanah adalah 2 kali waktu benda tersebut untuk mencapai jarak ketika berada di titik tertinggi.
Berikut ini beberapa persamaan gerak parabola pada titik D :
A. Kecepatan pada sumbu xVx = V0x = V0 . cos θ
B. Kecepatan pada sumbu yVy = V0 sin θ + gt
C. Waktu yang diperlukan sampai ke tanah (titik D)t = 2.
V0yg
t =
2 . V0 . sin θg
D. Jarak maksimum (Jarak dari awal bola bergerak sampai titik D)Xmaks =
V02 sin 2θ2g
Keterangan
- V0 merupakan kecepatan awal
- V0x merupakan kecepatan awal pada sumbu x
- Vx merupakan kecepatan pada sumbu x
- V0y merupakan kecepatan awal pada sumbu y
- Vy merupakan kecepatan pada sumbu y
- g merupakan gravitasi
- t merupakan waktu tempuh
- X merupakan jarak terhadap sumbu x
- Xmaks merupakan jarak maksimum
CONTOH SOAL GERAK PARABOLA
Soal No.1
Jika sebuah benda dilemparkan dengan sudut elevasi 30° dan dengan kecepatan awal 20 m/s. Maka tinggi maksimum yang dicapai benda tersebut adalah...(g = 10 m/s2).?
A. 5 m
B. 6 m
C. 15 m
D. 2 m
Pembahasan
Ymax =
V02 sin2 θ2g
Ymax =
202 sin2 30°2.10
Ymax =
400 (
12
)220
Ymax =
400 (
14
)20
Ymax =
10020
= 5 m
Jawab :A
Soal No.2 (UN 2015)
Sebuah bola ditendang dengan lintasan parabola seperti pada gambar dibawah (g = 10 m.s-2) :

Tinggi maksimum bola adalah ......
A. 10 m
B. 10√2 m
C. 20 m
D. 20√2 m
E. 40 m
Pembahasan
V0 = 20√2
V02 = ( 20√2 )2
V02 = 800
θ = 45°
sin θ = sin 45
sin θ =
12
√2
sin2 θ = (
12
√2 )2
sin2 θ =
12
Maka tinggi maksimum bola adalah :
Ymax =
V02 sin2 θ2g
Ymax =
800 .
12
2.10
Ymax =
40020
= 20 m
Jawab : C
Soal No.3 (UNAS 2003)
Sebuah peluru ditembakkan dengan kecepatan 40 m/s. Jika sudut elevasinya 60° dan percepatan gravitasinya 10 m/s2 maka peluru mencapai titik tertinggi setelah .....
A. 1 sekon
B. √3 sekon
C.
12
√3 sekon
D. 3 sekon
E. 2√3 sekon
Pembahasan
V0 = 40 m/s
g = 10 m/s2
θ = 60°
sin θ =
12
√3
Waktu yang diperlukan untuk mencapai tinggi maksimum adalah :
tmaks =
V0 . sin θg
tmaks =
40 .
12
√310
tmaks = 2√3sekon
Jawab : E
Soal No.4
Anik melempar batu ke arah horizontal dari sebuah bukit dengan ketinggian 100 meter. Jika batu jatuh pada jarak 80 meter dari tempat pelemparan, kecepatan awal batu adalah . . . m/s.
A. 2
B. 4
C. 4√3
D. 4√5
E. 8√5
Pembahasan
θ = 0°
h = 100 m
X = 80 m
g = 10 g = 10 m/s2
h =
12
gt2
100 =
12
.10.t2
100 = 5t2
t2 = 20
t = 2√5
Lalu kita cari kecepatan awal dengan persamaan :
X = V0 . cos θ . t
80 = V0 . cos 0° . 2√5
80 = V0 . 1. 2√5
V0 = 8√5 m/s
Jawab : E
Soal No.5 (UN Fisika 2015)
Peluru ditembakkan dengan sudut elevasi dan kecepatan awal seperti pada gambar di bawah ini.

Jarak horizontal pada ketinggian yang sama ketika peluru ditembakkan (R) adalah .... (sin 60° = 0,87 dan g = 10 m/s2)
A. 180 m
B. 360 m
C. 870 m
D. 900 m
E. 940 m
Pembahasan
Jarak horizontal R merupakan jarak mendatar maksimum. Jarak maksimum pada gerak parabola dirumuskan :
Xmaks =
V02 sin 2θg
sin 2θ = sin 120°
sin 2θ = sin (180 − 60)°
sin 2θ = sin 60°
sin 2θ = 0,87
R =
1002 . 0,8710
= 870 m
Jawab : C
Soal No.6
Tentukanlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ketinggian maksimum jika sebuah batu dilempar dengan sudut elevasi 30o dan kecepatan awal 6 m/s
A. 0,5 s
B. 0,6 s
C. 0,3 s
D. 0,2 s
E. 0,9 s
Pembahasan
tmaks =
V0 . sin θg
tmaks =
6 . sin 30°10
tmaks = 0,6 .
12
tmaks = 0,3 s
Jawab : C
Soal No.7
Sebuah bola ditendang dengan sudut elevasi 37° dan kecepatan awal 10 m/s. Tentukan kecepatan bola setelah 0,2 detik! ( cos 37˚=
45
, sin 37˚=
35
)
A. 8,9 m/s
B. 10 m/s
C. 11,3 m/s
D. 9 m/s
E. 90 m/s
Pembahasan
θ = 37°
V0 = 10 m/s
t = 0,2 s
Kecepatan pada sumbu x:
Vx = V0 . cos θ
Vx = 10 . cos 37°
Vx = 10 .
45
Vx = 8 m/s
Kecepatan pada sumbu y:
Vy = V0 . sin θ - g.t
Vy = 10 . sin 37° - (10 . 0,2)
Vy = 10 .
35
- (2)
Vy = 6 - 2 = 4 m/s
Kecepatan setelah 0,2 s:
V = √Vx2 + Vy2
V = √82 + 42
V = √64 + 16
V = √80
V = 8,9 m/s
Jawab : A
Soal No.8
Jika dua peluru, yaitu peluru A dan peluruf B ditembakkan dari senapan yang sama dengan sudut elevasi berbeda. Peluru A dengan sudut 30° dan peluru B dengan sudut 45°. Maka perbandingan tinggi maksimum yang dicapai peluru A dan B adalah....
A. 1 : 3
B. 1 : 2
C. 2 : 3
D. 1 : 4
E. 2 : 7
Pembahasan
Ymax(A) : Ymax(B)
V02 sin2 θ(A)2g
:
V02 sin2 θ(B)2g
V02 sin2 30°2g
:
V02 sin2 45°2g
sin2 30° : sin2 45° (ingat: sin 30° = 1/2 dan sin 45° = 1/2√2)
14
:
14
x 2
1 : 2
Sehingga perbandingan tinggi maksimum peluru A dan B adalah 1:2
Jawab : B
V02 sin2 θ2g
Ymax =
202 sin2 30°2.10
Ymax =
400 (
12
)220Ymax =
400 (
14
)20Ymax =
10020
= 5 mJawab :A

V02 = ( 20√2 )2
V02 = 800
θ = 45°
sin θ = sin 45
sin θ =
12
√2sin2 θ = (
12
√2 )2sin2 θ =
12
Maka tinggi maksimum bola adalah :
Ymax =
V02 sin2 θ2g
Ymax =
800 .
12
2.10Ymax =
40020
= 20 mJawab : C
g = 10 m/s2
θ = 60°
sin θ =
12
√3Waktu yang diperlukan untuk mencapai tinggi maksimum adalah :
tmaks =
V0 . sin θg
tmaks =
40 .
12
√310tmaks = 2√3sekon
Jawab : E
h = 100 m
X = 80 m
g = 10 g = 10 m/s2
h =
12
gt2100 =
12
.10.t2100 = 5t2
t2 = 20
t = 2√5
Lalu kita cari kecepatan awal dengan persamaan :
X = V0 . cos θ . t
80 = V0 . cos 0° . 2√5
80 = V0 . 1. 2√5
V0 = 8√5 m/s
Jawab : E

Xmaks =
V02 sin 2θg
sin 2θ = sin 120°
sin 2θ = sin (180 − 60)°
sin 2θ = sin 60°
sin 2θ = 0,87
R =
1002 . 0,8710
= 870 mJawab : C
V0 . sin θg
tmaks =
6 . sin 30°10
tmaks = 0,6 .
12
tmaks = 0,3 s
Jawab : C
V0 = 10 m/s
t = 0,2 s
Kecepatan pada sumbu x:
Vx = V0 . cos θ
Vx = 10 . cos 37°
Vx = 10 .
45
Vx = 8 m/s
Kecepatan pada sumbu y:
Vy = V0 . sin θ - g.t
Vy = 10 . sin 37° - (10 . 0,2)
Vy = 10 .
35
- (2)Vy = 6 - 2 = 4 m/s
Kecepatan setelah 0,2 s:
V = √Vx2 + Vy2
V = √82 + 42
V = √64 + 16
V = √80
V = 8,9 m/s
Jawab : A
V02 sin2 θ(A)2g
:
V02 sin2 θ(B)2g
sin2 30° : sin2 45° (ingat: sin 30° = 1/2 dan sin 45° = 1/2√2)
14
:
14
x 21 : 2
Sehingga perbandingan tinggi maksimum peluru A dan B adalah 1:2
Jawab : B
Langganan:
Postingan (Atom)

